Fungsi Limpa dan Penyebab Seseorang Hidup Tanpa Limpa – Limpa merupakan bagian dari sistem getah bening keluaran macau atau sistem limfatik. Fungsi limpa sangatlah penting bagi tubuh, yaitu menyaring sel darah merah yang rusak serta menjaga sistem imunitas tubuh. Bila fungsi limpa terganggu, maka tubuh akan rentan terserang penyakit. Limpa adalah organ yang berwarna merah keunguan dan terletak di dalam rongga perut sebelah kiri atas, tepatnya di belakang lambung. Limpa memiliki ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa dengan panjang sekitar 11 cm dan berat kurang lebih 150 gram. Namun, ukuran dan berat limpa bisa bervariasi pada tiap orang.

Hidup Tanpa Limpa

Meski fungsi limpa ada banyak, organ ini tidak termasuk organ vital, seperti jantung dan otak. Oleh karena itu, seseorang tetap dapat bertahan hidup tanpa limpa atau disebut juga asplenia. Ketika tubuh tidak memiliki limpa, fungsi limpa akan digantikan oleh hati. Seseorang bisa mengalami asplenia sejak lahir, tetapi kondisi ini tergolong sangat jarang terjadi. Asplenia yang terjadi sejak lahir biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau cacat bawaan lahir. Selain itu, seseorang bisa mengalami asplenia akibat operasi pengangkatan limpa. Operasi ini dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi atau penyakit tertentu, seperti:

  • Limpa rusak atau pecah akibat benturan keras saat kecelakaan
  • Limpa membesar
  • Infeksi parah pada limpa, misalnya abses limpa
  • Kelainan darah, seperti anemia sel sabit, anemia hemolitik, polisitemia vera, dan ITP (idiopathic thrombocytopenic purpura)
  • Kanker, seperti kanker darah (leukemia) dan kanker getah bening (limfoma)
  • Meskipun seseorang dapat spaceman slot hidup tanpa limpa, ketiadaan organ ini akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, sehingga rentan terserang infeksi. Oleh karena itu, orang yang hidup tanpa limpa disarankan untuk melengkapi imunisasi, mulai dari vaksin pneumonia, vaksin influenza, hingga vaksin meningitis. Pada kasus tertentu, orang yang tidak lagi memiliki limpa akibat operasi pengangkatan limpa juga mungkin akan membutuhkan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Kondisi dan Gangguan

Banyak kelainan, kondisi, cedera dan penyakit yang dapat menyebabkan masalah pada limpa. Masalah-masalah tersebut antara lain:

Pembesaran Limpa (splenomegali)

Beberapa kondisi dapat menyebabkan limpa membengkak dan menjadi terlalu besar. Limpa yang membesar dapat menimbulkan rasa nyeri dan rasa kenyang yang tidak nyaman, meski Anda belum makan banyak. Splenomegali merupakan kondisi yang berbahaya karena limpa dapat pecah (robek) atau berdarah. Limpa bisa membesar karena:

  • Kanker darah, seperti leukemia dan limfoma Hodgkin , serta kanker di bagian tubuh lain yang bermetastasis (menyebar) ke limpa.
  • Gumpalan darah di limpa atau hati.
  • Jenis anemia tertentu , termasuk anemia hemolitik.
  • Fibrosis kistik (CF) .
  • Infeksi, termasuk mononukleosis (mono) , sifilis , malaria, dan endokarditis (infeksi pada selaput jantung).
  • Masalah hati, termasuk sirosis .
  • Kelainan metabolik yang diturunkan , seperti penyakit Gaucher .
  • Penyakit inflamasi, termasuk sarkoidosis .
  • Gangguan protein seperti amiloidosis .
  • Asplenia Fungsional

Kondisi ini terjadi ketika limpa Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ini mungkin bereaksi berlebihan ( hipersplenisme ) dan menghancurkan sel darah merah yang sehat. Menghancurkan terlalu banyak sel darah dapat meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan memar dan pendarahan. Asplenia fungsional dapat disebabkan oleh:

Kecelakaan atau Trauma yang Merusak Limpa.

  • Penyakit celiac .
  • Penyakit sel sabit .
  • Limpa Rusak atau Pecah

Limpa Anda bisa pecah (robek) karena cedera dan trauma. Kecelakaan mobil dan pukulan pada bagian perut (perut) merupakan penyebab umum kerusakan limpa. Cedera yang mengancam jiwa ini dapat menyebabkan pendarahan internal yang parah.

Gejala Limpa Pecah:

  • Detak jantung yang cepat.
  • Mual .
  • Pusing .
  • Nyeri di bawah tulang rusuk sebelah kiri.

Fungsi Limpa

Sebagai bagian dari sistem limfatik dan sistem kekebalan tubuh, limpa peran limpa berkaitan dengan produksi sel darah merah dan antibodi.

Berikut ini fungsi limpa manusia yang perlu Anda ketahui.

Menyaring Darah

Organ limpa berfungsi menyaring sel darah merah yang sudah tak berfungsi dengan baik atau rusak. Nantinya, organ ini akan menghancurkan sel tersebut agar dapat dibuang oleh tubuh. Sementara itu, sel darah merah yang sehat dan berfungsi baik akan kembali dialirkan ke seluruh tubuh. Saat kehabisan sel darah merah, sumsum tulang akan memproduksinya kembali. Dengan demikian, sel darah merah yang mengalir dalam tubuh Anda adalah sel darah merah yang bersih dan sehat.

Menyimpan Cadangan Darah

Selain berfungsi menyaring sel darah merah, organ ini dapat menjadi tempat menyimpan cadangan sel darah merah dan trombosit. Organ ini juga menyimpan produk sisa yang berguna, seperti zat besi.  Nantinya, organ ini mengembalikan zat besi ke sumsum tulang untuk membuat hemoglobin, bagian darah yang mengandung zat besi. Limpa juga menyimpan sel darah yang dapat digunakan tubuh dalam keadaan darurat, seperti perdarahan parah.  Menurut artikel dalam Physiology, Spleen (2022), limpa dapat menampung sekitar 25 – 30% sel darah merah tubuh dan sekitar 25% trombosit tubuh.

Mencegah Infeksi

Fungsi limpa berikutnya memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.  Sama seperti mendeteksi sel darah merah yang rusak, organ ini dapat menyaring patogen dalam darah, seperti bakteri atau virus. Ketika patogen ini terdeteksi di aliran darah, limpa dan kelenjar getah bening akan memproduksi pasukan sel pertahanan yang disebut limfosit.  Antibodi dan sel darah putih inilah yang menghentikan penyebaran infeksi ke seluruh tubuh dengan menjebak patogen dan menghancurkannya. Biasanya ketika tubuh Anda diserang kuman berbahaya, tubuh akan menghasilkan sel darah putih lebih banyak daripada biasanya.